telusur.co.id - Lembaga pendidikan Islam Yayasan Insan Mandiri Cabang Parung Bogor, Sabtu (29/05/2021) mewisudakan santri penghapal Al-Qur'an, sebanyak 28 orang Hafizh dan Hafizoh program 30 Juz.
Lembaga pendidikan yang berpusat di daerah Kalibata Jakarta Selatan ini telah banyak memiliki cabang di Jabodetabek dan daerah-daerah lain termasuk di luar pulau Jawa, yang fokus di bidang Tahfiz Al-Qur'an.
Lembaga ini didirikan oleh DR. Karim Santoso, seorang Konsultan Pendidikan Islam Terpadu puluhan tahun silam. Kini antusiasme peminatnya cukup banyak dan berasal dari hampir seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri, termasuk Eropa, khusus Belanda.
Kepala SMIT Insan Mandiri Parung, Lutfi Zulkarnain, mengatakan, terima kasih kepada para wali santri yang sudah menjalin kerjasama secara baik dengan para guru dan pengelola pendidikan sehingga lembaga ini dapat menghasilkan output yang memuaskan dan menjadi dambaan.
"Menghasilkan produk penghapal Al-Qur'an Alhamdulillah cepat hasilnya berkat kerjasama dengan bapak, Ibu wali santri, termasuk mewakafkan putra/putrinya berpisah bertahun-tahun lantaran untuk menghapal Al-Qur'an", katanya dengan menampakkan keceriaan di raut mukanya. "Untuk tahun ini jumlah peserta wisudanya cukup banyak dibandingkan dengan wisuda sebelumnya", tambahnya.
DR. Henny Lestari Direktur Insan Mandiri Parung mengatakan, putra-putri penghapal Al-Qur'an ini kelak di akhirat, merekalah yang akan membawa orangtuanya ke surga. "Kita berharap kepada anak-anak kita terus mentadabur dan mendarusnya terus menerus supaya Al-Qur'an tetap terjaga bacaannya", pesannya sambil mengingatkan.
"Mari kita perkuat lagi kerjasama dan tali silaturahmi sema kita orang-orang Sholeh, kata Imam Syafi'i, ikat kuat-kuat, jangan diputuskan, karena sesama kitalah yang akan mengabsen di pintu surga kelak", katanya sedikit mengutip pendapat.
Belasan tahun rata-rata umur peserta wisuda ini, salah seorang santri Sabrina. Menurut Sabrina, alasannya yang mendukung dalam kemudahan menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren ini. Pertama, para guru pembimbingnya bisa memotivasi. Kedua, kesetiakawanan dan kerja sama sesama cukup baik. Ketiga, peserta didiknya dapat dikontrol dan monitor dengan baik.
Wali santri yang hadir dalam acara ini, antara lain H. Azkar Badri memberi komentar. "Saya cukup kaget, surprise dan haru serta campur gembira. Tak menyangka dalam waktu belum sampai 2 tahun, anak saya Tazkara Dina Kamilah bisa hafal Al-Qur'an 30 Juz. Subhanallah. Allah Akbar. Jika Dia berkehendak tak ada yang tak mungkin. Alhamdulillah anak saya masuk bagian dari 28 peserta didik yang diwisuda Penghafal Al-Qur'an 30 Juz. Terimakasih banyak disampaikan kepada para guru yang begitu hebat dalam membina peserta didik", katanya dengan penuh syukur.
Di tengah arus degradasi atau pendangkalan literasi Al-Qur'an. Beredar Al-Qur'an palsu ayat-ayatnya, atau ada aliran/pemahaman bahwa Al-Qur'an itu cukup dibaca terjemahannya. Tapi Allah yang menjaganya. Dan para Penghafal Al-Qur'an termasuk yang dianugerahkan oleh Allah SWT diamanahkan menjaga dan mengawal kelestarian Al-Qur'an, termasuk salah satu Kebesaran Allah dalam menjaga kemurnian Kitab Suci ummat Islam. [ham]



