telusur.co.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) bisa lebih banyak berperan dalam mengembangkan koperasi di Indonesia dalam bentuk model-model bisnis yang bisa diimplementasikan di tanah air.
"Saya merasa senang dan memberikan apresiasi serta ucapan selamat setelah IKOPIN berubah menjadi IKOPIN University, ini harus dikelola betul. Saya senang kalau kita bisa bersama-sama, IKOPIN bisa turut kembangkan pemikiran koperasi. Jadi nanti mungkin harus ada studi dari IKOPIN terkait perkembangan koperasi di dunia," ucap Teten saat menerima jajaran rektorat IKOPIN University di Jakarta, Kamis (10/8/23).
Teten menjelaskan, Indonesia diprediksi menjadi negara maju, dimana pendapatan per kapita akan tumbuh minimum mencapai 12.000 dolar AS dari yang sebelumnya 4.500 dolar AS.
"Dalam hal ini dunia pendidikan bukan sekadar menciptakan lulusan yang menjadi pencari kerja, melainkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kita ini ada sekitar 3,5 juta orang lulusan pendidikan formal yang masuk ke bursa kerja per tahun, dimana 1,7 juta diantaranya adalah sarjana," katanya.
Namun dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen saja, hanya mampu menyerap sebanyak 2 juta orang. Artinya ada sekitar 1,5 juta yang menganggur. Sekitar 97 persen lapangan kerja terserap pada segmen usaha mikro di sektor informal, karena itu pihaknya diminta Presiden agar segera melakukan hilirisasi selain mineral.
"Presiden fokus dengan hilirisasi. Dengan melakukan hilirisasi berbasis perkebunan pertanian, dan kelautan yang juga melibatkan koperasi dan UMKM, maka akan melahirkan lapangan kerja yang lebih berkualitas," tuturnya.
Teten juga mengaku sudah berkeliling ke berbagai kampus untuk menjalin kerja sama dalam mencetak 1 juta entrepreneur baru. "Saya melihat, koperasi harus ada model bisnisnya. Maka dari itu saya minta IKOPIN bisa membuat studi-studi tentang perkembangan koperasi di dunia, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia," ucapnya.
Dia menambahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani/peternak hingga mampu menyuplai kebutuhan pangan daerah dan nasional, maka harus dikonsolidasikan dalam sebuah wadah koperasi.
"Saat ini kita sudah konsolidasikan petani pisang di Tenggamus Lampung, juga di Bener Meriah Aceh yang setelah dikonsolidasikan banyak petani pisang mampu berlahan 1000 hektare. Kemudian di Koperasi Pondok Pesantren Al It-tifaq di Ciwidey Bandung yang mewadahi dan mengonsolidasikan sekitar 1200 petani sayur mayur. Sekarang kita bangun koperasi nelayan, sawit, hortikultuta, industri, pabrik-pabrik minyak makan merah yang dikelola oleh koperasi," ujarnya.
Karena itulah, banyak dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) manajer koperasi untuk ditempatkan di pabrik tersebut. "Kami harapkan IKOPIN juga bisa menyiapkan SDM-nya termasuk SDM sebagai Pengawas Koperasi. IKOPIN juga bisa siapkan kajian-kajian terutama di koperasi-koperasi sektor pangan. IKOPIN saya minta fokus memperkuat koperasi pangannya," tukasnya.[Fhr]