telusur.co.id - Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem mengatakan, rezim negara-negara Arab tidak pernah membela Palestina dan tidak mendukung perlawanan terhadap penjajahan Israel.
Dikutip situs al-Ahed, Syeikh Naim pada hari Selasa (8/12/20) menuturkan rezim Israel telah merampas hak rakyat Palestina selama bertahun-tahun, tetapi generasi demi generasi terus menghidupkan perjuangan Palestina.
"Normalisasi hubungan dengan Israel telah memperlihatkan wajah asli rezim pengkhianat Arab di hadapan perjuangan rakyat Palestina," ungkapnya dalam pidato memperingati ulang tahun intifadah pertama Palestina.
Dia menegaskan, kubu perlawanan akan meningkatkan kemampuan dan kesiapannya di Lebanon, Palestina dan kawasan demi mewujudkan perimbangan dalam pencegahan.
Intifadah pertama Palestina dimulai pada tahun 1987 dan berakhir pada 1993 setelah dicapai Kesepakatan Oslo. Intifadah kedua membara pada 28 September 2000 dan berlangsung sampai tahun 2005, sementara intifadah ketiga Palestina terjadi pada 1 Oktober 2015 dan masih berlanjut sampai sekarang. [Tp]



