telusur.co.id - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid berharap para pemimpin bangsa memiliki sikap yang mampu mengayom seluruh masyarakat meskipun para pemimpin saat ini sudah banyak menunjukan sikap kenegarawanan.
“Seorang pemimpin bangsa dan negara, ia harus memiliki jiwa dan kriteria Empat Pilar,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima (30/4/21).
pernyataan itu disampaikan Jazilul selepas dirinya menjadi narasumber dalam sarasehan kepemimpinan nasional yang digelar di Kantor Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Cabang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menurut dia, memiliki jiwa dan kriteria Empat Pilar tidak bisa ditawar-tawar. Bahkan, pemimpin juga harus mempunyai integritas yang baik dan track record yang jelas.
“Pemimpin juga perlu memiliki kepedulian dan ketulusan kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Tak hanya itu, dirinya juga harus mampu melayani rakyat sebaik-baiknya. Hal demikian sangat penting agar rakyat yang dipimpin bisa selamat dan sejahtera.
“Di kalangan NU, pemimpin juga harus mewarisi darah ulama,” tambahnya.
Dalam rangkaian acara Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan Empat Pilar MPR, pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mengingatkan kepada peserta bahwa negara Indonesia ini merupakan warisan dari para ulama.
“Empat Pilar juga bagian dari ijtihad dari para ulama pendiri bangsa,” ungkapnya.
Sebab, sebagai warisan ulama maka Empat Pilar wajib untuk terus diperjuangkan, dilestarikan, dan diwujudkan agar tercipta Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.
Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia itu mengatakan Empat Pilar merupakan rukun berbangsa dan bernegara. Sebagai rukun maka Empat Pilar sangat vital bagi keberlangsungan Indonesia.
“Bila salah satu rukun yang ada roboh, maka bangsa ini bisa runtuh,” paparnya.[]



