telusur.co.id - Israel dilanda wabah flu burung yang telah menewaskan setidaknya 5.200 burung bangau yang bermigrasi. 

Ketua Dewan Nasional Kesehatan Israel sekaligus pakar epidemilog terkemuka, Prof. Amnon Lahad mengatakan, pihaknya kini sedang melacak wabah tersebut. Karena dikhawatirkna, wabah flu burung yang membunuh ribuan hewan unggas itu bisa menular ke manusia.

"Sifat flu burung yang menyebar sangat mengkhawatirkan, terutama menginfeksi ayam dan bukan hanya burung liar, itu menjadikan perpindahan dari satwa liar ke hewan ternak. Saya berharap wabah ini tak menular ke manusia," ujar Lahad, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (30/12/21).

Sejauh ini, sebagian besar jenis flu burung tidak menginfeksi manusia. Namun ada empat strain yang menimbulkan kekhawatiran, yakni H5N1 sejak 1997, H7N9 sejak 2013, H5N6 sejak 2014 dan H5N8 sejak 2016.

Lahad menilai, hal itu terjadi karena sedikit informasi soal penyakit varian itu. Namun, Ia mengingatkan, kemungkinan penularan wabah flu burung ke manusia harus ditanggapi dengan serius. 

Dia menjelaskan, penularan ke manusia bisa terjadi usai mutasi, tetapi sangat mungkin juga flu dapat melintas ke spesies lain tanpa mutasi.

Selain itu, manusia "sangat tidak mungkin" tertular flu burung dari memakan ayam yang terinfeksi atau telur yang berasal dari infeksi burung. Ini karena influenza, seperti halnya virus corona, biasanya masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, bukan usus.

"Namun, itu dapat ditularkan melalui kontak dengan unggas yang sakit, bukan dari menyentuh atau memakannya, tetapi melalui metode yang sama yang kita ketahui dari Covid-19, yaitu tetesan yang masuk ke sistem pernapasan," kata Lahad.

Sebelumnnya, Kementerian Kesehatan Israel memastikan, pemerintah mengambil tindakan pencegahan penyebaran wabah flu burung. 

Kemenkes juga mendesak masyarakat menghindari kontak dengan burung yang sakit atau terluka, dan tidak berburu hewan tersebut. Selain itu, masyarakat hanya boleh membeli ayam dan telur dari tempat yang memiliki stempel inspeksi.

"Kehati-hatian harus dilakukan saat memasak telur dan ayam secara menyeluruh, menjaga kebersihan dan mencuci tangan setelah kontak dengan daging atau telur," demikian pernyataan Kemenkes Israel.

Laporan: Nadhifa Putri Nauramiyanti