telusur.co.id - Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan M Lutfi menjadi ajang bagi anggota DPR untuk menyuarakan unek-unek dan kekesalannya.
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, Mufti Aimah Nurul Anam langsung ngegas mengkritik Menteri Perdagangan ketika diberikan kesempatan untuk berbicara.
"Kita menyampaikan salam dari masyarakat kami khususnya di dapil, terima kasih banyak karena Pak Menteri sudah melengkapi penderitaan rakyat," ucap Mufti dalam rapat RDP, Kamis.
Sudah 2 tahun rakyat dihantam pandemi Covid-19, sekarang ketika mau berdiri kemudian disikat oleh urusan komoditas pangan ini.
"Saya tidak mau bicara kasus per kasus karena Pak Menteri dan jajarannya punya mata punya telinga mendengar jeritan hati rakyat itu."
Jujur, sambung Mufti, ketika Kemendag menyampaikan dari masalah A sampai Z, namun, semua sudah tidak percaya. "Dulu awal-awal kami berusaha untuk percaya terhadap apa yang disampaikan. Sekarang kami tidak percaya. Harapan kami besok Bapak kembalikan lagi kepercayaan kami dan kepercayaan publik terhadap Pak Menteri," harapnya.
Kritikan tak hanya berhenti disitu saja, Mufti juga menganggap Kemendag seperti macan ompong. Tidak ada harga diri dimata rakyat, juga di mata produsen minyak goreng.
"Kalau kita lihat sejak Januari sampai hari ini ada 6 Permendag yang dikeluarkan, tapi tidak ada satu pun yang berimplikasi positif terhadap kesejahteraan rskyat," sebutnya.
Yang lebih menohok, Mufti juga menganggap Kemendag sudah merepotkan dan mempermalukan Presiden Jokowi karena urusan minyak goreng.
"Pak Menteri tahu ga ketika menjadi menteri itu menjadi pembantu presiden, dengan situasi ini justru merepotkan Presiden sampai turun tangan bagaimana menyelesaikan persoalan ini. Bukan hanya kami turun ke masyarakat . Pak Presiden datang ke Alfamart ke Indo Maret kosong, tidak ada barang. Kan malu pak. Jadi harapn kami Pak Menteri tidak lagi merepotkan preisden," tutupnya. [ham]