telusur.co.id - Sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada 24 Februari lalu, Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya memberlakukan sanksi atas Moskow, terutama di sektor penerbangan.
AS, Prancis, Estonia, Lithuania, Latvia, Slovenia, Polandia, Republik Chech, Bulgaria, dan Inggris telah menutup zona udara mereka untuk pesawat-pesawat Rusia.
Menteri Transportasi Rusia, Vitaly Savelyev menyatakan akan memanfaatkan pengalaman Iran, menyusul ditahannya 80 unit pesawat Rusia di luar negeri sebagai imbas sanksi.
”Sekitar 80 unit pesawat maskapai penerbangan Rusia ditahan di luar negeri akibat sanksi atas Rusia,” kata Savelyev dalam rapat Komite Kebijakan Ekonomi Rusia, seperti dilaporkan Kantor berita Interfax, Rabu (23/3/22).
“Kita memiliki 1.367 pesawat di dalam negeri sebelum sanksi dijatuhkan. Sekarang kita kehilangan 78 pesawat karena ditahan. Pesawat-pesawat ini ditahan di negara-negara sahabat Rusia, termasuk Turki, Azerbaijan, dan Armenia,” tambahnya.
Savelyev menyatakan bahwa penerbangan-penerbangan akan terus berlanjut dan komponen-komponen pesawat juga akan disediakan.
”Otoritas Rusia akan memanfaatkan pengalaman Iran, yang sudah menjalani sanksi selama bertahun-tahun, demi menemukan solusi untuk masalah ini,” tandasnya. [Tp]