telusur.co.id - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menggelar pertemuan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Surakarta, di tengah pencalonannya sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat, menyampaikan undangan terkait pelaksanaan kegiatan Apel Siaga Nasional Brigade Serba Guna (Brigsena) GAMKI. Kegiatan akan digelar pada 28 Oktober 2023 di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan Sumpah Pemuda.

"Kami mengundang Mas Gibran untuk datang ke Toraja dan bertemu ribuan peserta Apel Siaga Brigsena agar teman-teman GAMKI dari seluruh Indonesia bisa  mendengarkan langsung inspirasi kepemimpinan muda dari Mas Gibran," kata Sahat Sinurat usai pertemuan di kantor Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (10/10/23). 

GAMKI juga mengundang Gibran dalam acara Festival Bondo yang bakal diadakan PEWARNA dan GAMKI pada 9 - 11 November 2023 di Jepara dan Solo, Jawa Tengah. 

"Kami juga mengundang Mas Gibran untuk hadir dalam rangkaian kegiatan Hari Pahlawan yang akan diadakan PEWARNA dan GAMKI di Jepara dan Solo. Semoga Mas Gibran bisa datang di tengah padatnya agenda beliau," kata mantan Ketua Umum GMKI ini. 

Sementara itu, Sekretaris Umum Alan Christian Singkali menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota yang membangun Kota Surakarta dengan pendekatan kebudayaan. 

"GAMKI mengapresiasi kepemimpinan muda yang berakhlak dan berbudaya yang ditunjukkan oleh Mas Gibran. Beliau adalah salah satu figur pemimpin muda inspiratif yang saat ini dimiliki oleh Indonesia. Tidak banyak berkata-kata, tapi menunjukkan kerja nyata," kata Alan Singkali. 

Menurut Alan, di tengah banyaknya generasi muda yang terpapar dengan pemikiran radikal dan individualis, kehadiran para pemimpin muda yang nasionalis dibutuhkan di ruang-ruang publik. 

Hal ini sebagai inspirasi bagi kaum muda bagaimana nilai-nilai Pancasila dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Mas Gibran adalah salah satu pemimpin muda yang menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, toleran, dan merakyat. Semoga akan banyak lahir pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang memiliki nilai-nilai nasionalis dan Pancasilais di tengah era bonus demografi Indonesia," pungkasnya. 

Dalam pertemuan, hadir juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) Yusuf Mujiono, Panglima Brigsena GAMKI Andriyas Tuhenay, Pengurus GAMKI Semarang dan Salatiga serta didampingi Ketua Umum FOKSI Muhammad Natsir Sahib.[Fhr]