telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad menegaskan pihaknya tak dapat menoleransi serangan Israel ke Suriah, dan karena itu cepat atau lambat negaranya akan melakukan pembalasan dengan intensitas bahkan bisa berlipat ganda.
Peringatan terhadap Rezim Israel itu dilontarkan Mekdad dari Rusia dalam konferensi pers bersama dengan mitranya, Menlu Rusia Sergey Lavrov, Senin (21/2/22).
“Damaskus sanggup membalas satu sha’ dengan dua sha’”, sumbarnya, seperti dikutip Al-Alam, mengacu pada satuan ukuran berat yang popular dalam budaya tradisional Arab di mana satu sha’ setara dengan 3,8 kg.
Mengenai sepak terjang pasukan pendudukan Amerika Serikat (AS) di negaranya, Mikdad menyatakan bahwa AS di Suriah bukan hanya menyokong pasukan separatis melainkan juga kelompok-kelompok teroris.
Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam konferensi pers ini menegaskan bahwa serangan udara Israel di Suriah harus segera dihentikan, terutama karena serangan ini menghambat upaya Damaskus memberantas terorisme.
Sementara itu, dalam pertemuan antara keduanya, Lavrov menuding Barat “berusaha menciptakan konfrontasi yang nyaris tidak dapat diatasi” dengan Rusia karena ketegangan terus meningkat di Ukraina.
Menimpali pernyataan ini, Mekdad menyatakan bahwa Barat “mendorong Ukraina dalam melakukan agresi terhadap Rusia” dan bahwa “kampanye kemunafikan, kebohongan dan kesalahan representasi” Barat “sama dengan” apa yang mereka lakukan terhadap pemerintah Suriah. [Tp]