telusur.co.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menjelaskan mengenai aktivitas bio militernya secara global di tengah perhatian dunia internasional.
"AS harus bersikap transparan dan bertanggung jawab atas kegiatan militernya di seluruh dunia," kata Wang, ketika menanggapi laporan tentang pengerahan militer AS di kawasan Asia Timur yang dianggapnya melanggar BWC.
Diketahui, AS adalah satu-satunya negara yang membangun laboratorium biologi di seluruh dunia dan mengumpulkan material biologi dan sumber daya di luar wilayahnya sendiri. AS juga satu-satunya negara yang menghalangi negosiasi protokol termasuk verifikasi bagi BWC.
Seperti dilansir Reuters, tindakan militer Amerika telah memicu protes yang menuntut penutupan laboratorium militer dan pembubaran pasukan.
Menurut Wang, militer AS melakukan kegiatan biologi di berbagai negara sehingga memicu kecurigaan dan pertentangan yang meluas karena mereka tidak transparan, berbahaya, dan tidak rasional.
Ditegaskan Wang, AS merupakan negara yang paling banyak melakukan kegiatan biomiliter di dunia namun tidak melaporkan ke BWC. Banyak negara penerima program tidak tahu apa yang dilakukan laboratorium militer AS, Wang menambahkan.
Aktivitas tersebut, lanjut dia, sangat berbahaya karena beberapa aktivitas biologi berkaitan erat dengan patogen berisiko tinggi.
Kegiatan itu akan menjadi bencana bagi negara penerima, negara tetangga, atau bahkan seluruh dunia kalau terjadi kecelakaan, kata Wang.



