Buku Indonesia Laku Keras di Brunei, Keuntungan hampir 90 juta - Telusur

Buku Indonesia Laku Keras di Brunei, Keuntungan hampir 90 juta

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, MA, terkait partisipasi Indonesia di Pesta Buku Brunei 2020

telusur.co.id - Partisipasi Indonesia dalam Pesta Buku Brunei 2020 kembali disambut dengan hangat oleh masyarakat negara kesultanan tersebut. Selama sepuluh hari (28 Februari- 8 Maret 2020), ribuan warga mengunjungi booth Indonesia yang diwakili oleh Gramedia cabang Pontianak.

"Selain mengubah paradigma para pemuda untuk kembali membaca buku, kami juga berharap partisipasi ini dapat mendorong pemahaman masyarakat Brunei, khususnya generasi muda, terkait Indonesia” ujar Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, MA, terkait partisipasi Indonesia di Pesta Buku Brunei 2020.

Lebih dari 1.100 eksemplar dari 170 judul buku dari berbagai topik dipamerkan dalam pameran yang diadakan di Indoor Stadium, Berakas, Bandar Seri Begawan. Turut dipajang di etalase utama, buku-buku populer seperti Biografi Hamka dan Soekarno serta novel-novel dari penulis ternama Indonesia seperti Pramoedya Ananda Toer, Fiersa Bersari dan Tere Liye.

“Kami senang banyak sekali yang antusias dengan buku-buku Indonesia walau terdapat perbedaan bahasa Indonesia dengan melayu Brunei. Buku-buku unggulan kami sudah habis di beberapa hari pertama,” ucap Zhor dan Puja, staf Gramedia penjaga booth.

Buku-buku autobiografi tokoh-tokoh terkenal Indonesia serta novel-novel penulis ternama dan yang telah difilmkan di layar lebar habis terjual di pameran. Para pengunjung juga banyak mencari buku masakan khas Indonesia seperti rendang dan kue-kue jajanan pasar serta buku sejarah lokal, sains sosial dan referensi. 

Di akhir acara, Gramedia tercatat meraup omzet sebesar hampir sembilan puluh juta rupiah. Capaian ini jauh melebihi ekspektasi Gramedia yang hanya memperoleh omzet sebesar dua puluh juta rupiah pada Pesta Buku tahun 2018.

Pesta Buku 2020 adalah pameran buku terbesar di Brunei yang menampilkan 39 booth dan diadakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangsaan Brunei ke-36. Partisipasi Indonesia tahun ini adalah yang ketiga sejak tahun 2018. Selain Indonesia, pameran buku juga diikuti oleh penerbit atau toko buku dari Oman, Malaysia, Yordania, dan Brunei Darussalam. [ham]


Tinggalkan Komentar