Oleh : Zainul A Sukrin, Direktur Politika Institute

Kongres Partai Demokrat Ke-5 terpilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara aklamasi pada 15 Maret 2020. Proses terpilih AHY secara aklamasi menggantikan ayahnya yaitu Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai proses rengkarnasi  Partai Demokrat.

Kami yakin, SBY merupakan seorang yang demokrat. Keyakinan tersebut tercitrakan juga ketika SBY dengan Vence Rumangkang mendiskusikan nama partai yang ingin mereka bentuk yang bernama Partai Demokrat yang kira-kira 19 tahun yang lalu. Mereka menamakan Partai Demokrat karena SBY dan Vence Rumangkang orang-orang demokrat.

Merujuk pada sejarah SBY tersebut, maka tidak mungkin SBY dan Partai Demokrat menihilkan adanya kompetisi sebagai syarat utama ada demokrasi dalam Kongres Ke-5 ini. Soalnya ketika terjadinya aklamasi, akan menambah citra buruk Partai Demokrat di masyarakat. Partai Demokrat diduga kuat sebagai Partai keluarga dan kerabat. Oleh sebabnya, aklamasinya AHY dalam Partai Demokrat hari ini yaitu sebagai proses rengkarnasi Partai Demokrat.

Partai Demokrat dicetuskan kembali hari ini. Dengan menggunakan nama yang sama yaitu Partai Demokrat. Rengkarnasi ini mengasumsikan pasar politik kedepan, bahwa masyarakat depan sudah merasa jenuh dengan figur lama atau tua. Dan sekarang ini merupakan eranya kelompok muda atau milenialis.

Strategi rengkarnasi hari ini menggunakan pola dan strategi lama yang dilakukan oleh SBY dan Partai Demokratnya yang dulu. Pola tersebut yaitu terlebih dahulu membaca kebutuhan atau keinginan masyarakat saat ini.