telusur.co.id - Istana Negara Malaysia menyebut pelantikan Tan Sri Muhyiddin Bin Md Yassin sebagai perdana menteri Malaysia harus disegerakan.
Keputusan Istana diambil setelah bertemu dua kubu politik yang berkonflik soal sosok pengganti PM interim Mahathir Mohamad.
"Setelah menerima perwakilan dari semua pemimpin partai dan anggota parlemen independen, menurut pendapat Yang Mulia, anggota parlemen Pagoh Tan Sri Muhyiddin Bin Md Yassin kemungkinan memiliki kepercayaan anggota parlemen," kata pengawas keuangan kerajaan Ahmad Fadli Shamsuddin dalam sebuah pernyataan pada Sabtu sore, dikutip laman Straits Times.
Muhyiddin disebut akan dilantik pada Minggu (1/3/20) pukul 10:30 di Istana Negara. Penunjukkan Muhyiddin diambil, setelah menerima perwakilan dari dua kubu, Yang Dipertuan Agong memutuskan bahwa presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia adalah yang paling mungkin memimpin mayoritas.
"Raja memutuskan bahwa proses penunjukkan perdana menteri tidak boleh ditunda karena negara membutuhkan pemerintahan untuk kemakmuran rakyat dan negara yang kita cintai," kata Ahmad.
Dia mengungkapkan, Raja Malaysia memutuskan bahwa ini merupakan hasil terbaik untuk semua. "Yang Mulia berharap krisis politik ini akan berakhir," ujarnya.
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim tidak Muhyiddin Yasin sebagai Perdana Menteri. Anwar jusrru mendukung Mahathir Mohamad menjabat kembali sebagai perdana menteri. Anwar, mewakili koalisi Pakatan Harapan, telah menyerahkan surat dukungan untuk Mahathir, ke Istana Negara pada Sabtu (29/2/20).
"Hadir ke Istana Negara tengah hari tadi bagi menyerahkan surat menyatakan perubahan pendirian Pakatan Harapan terkait calon PM (perdana menteri) dengan mengusulkan nama Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai calon PM mewakili PH (Pakatan Harapan)," kata Anwar melalui akun Twitter pribadinya.
Anwar mengaku terharu atas dukungan yang diberikan kepadanya untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri Malaysia. "Namun saya pilih untuk melihat kepentingan negara melebihi kepentingan pribadi," ujarnya.
Pakatan Harapan sendiri telah merilis pernyataan yang mendukung pencalonan Mahathir sebagai perdana menteri.
"Pakatan menentang setiap upaya pemerintah 'pintu belakang', terutama yang melibatkan kleptokrat dan pengkhianat, yang akan menghancurkan semua upaya reformasi yang telah dilakukan sampai sekarang," katanya, dikutip laman Straits Times.
"Dengan demikian, untuk melanjutkan perjuangan kami, Pakatan telah menyatakan dukungan penuh di belakang Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai calon perdana menteri," kata Pakatan Harapan.
Pakatan Harapan menegaskan memegang teguh prinsip tersebut. Dia mengatakan akan terus memperjuangkan manifestonya dalam pemerintahan.
Mahathir sebelumnya telah menyatakan dirinya memperoleh dukungan penuh dari Pakatan Harapan untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
"Pagi ini (Sabtu) saya melakukan pertemuan dengan para pemimpin Pakatan Harapan. Saya sekarang yakin bahwa saya memiliki angka yang diperlukan untuk mendapatkan dukungan mayoritas di Dewan Rakyat," ujarnya.
Majelis Rendah Malaysia beranggotakan 222 orang. Untuk membentuk pemerintahan dibutuhkan dukungan minimal 112 anggota. Pakatan Harapan sendiri memiliki 93 anggota yang terdiri dari tiga partai, yakni PKR, Partai Aksi Demokratik (DAP), dan Partai Amanah Negara.
Muhyiddin dinilai sebagai anggota parlemen yang mendapat dukungan mayoritas untuk menjadi PM selanjutnya. Penunjukkan ini sekaligus menjegal langkah Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia.
Muhyiddin sebenarnya berada di partai yang sama dengan Mahathir, yakni Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Namun, dia telah bergandengan tangan dengan United Malays National Organisation (UMNO) dan Malaysian Islamic Party untuk memperoleh dukungan sebagai perdana menteri.
Pada pemilu Malaysia dua tahun lalu, UMNO tergabung dalam koalisi Barisan Nasional. Mereka mengusung petahana Najib Razak sebagai perdana menteri. Keputusan Muhyiddin bermitra dengan UMNO telah dikritik Mahathir.[Fhr]



