telusur.co.id - Rezim Israel kepada Mesir mengaku ingin segera melakukan pertukaran tahanan dengan Hamas, karena bermaksud memusatkan konsentrasi pada ancaman yang lebih berbahaya yaitu Iran dan Hizbullah.

Dikutip situs Al Quds Al Araby, Kamis (23/9/21), sumber Palestina mengatakan, Israel menyepakati gencatan senjata jangka panjang dengan Jalur Gaza, dan mencegah konflik bersenjata baru, supaya bisa berkonsentrasi pada ancaman yang lebih berbahaya, dan di antara ancaman itu, yang terpenting adalah Iran dan Hizbullah.

 Menurut sumber itu, dalam beberapa minggu terakhir, Mesir tampak bekerja keras dalam hal pertukaran tahanan ini, dan kepada Mesir, Israel meminta perundingan dimulai kembali, sehingga membuka kesempatan lebih besar.

“Israel sangat mencemaskan sikap lemah Amerika Serikat terkait Iran, sebagaimana terbukti dari penarikan pasukan AS dari Afghanistan secara tergesa-gesa, dan masalah lainnya. Terdapat sejumlah informasi dan indikasi yang menunjukkan Israel berusaha menyelesaikan ancaman nuklir Iran, sendirian, dan hal ini memaksanya untuk menciptakan ketenangan di Palestina,” pungkasnya. [Tp]